BURGER'S STORIES

Daily stories about most borders in facing their very flowerly live

Saturday, January 27, 2007

Akhir Bulan di BURGER

Akhir bulan..2 kata ini memberikan makna harfiah yang cukup mendalam terutama bagi yang sudah bekerja (terutama melihat penipisan jumlah yang tertera di rekening tabungan maupun di dompet)ataupun bagi mereka yang merasa berhura hura karena ada juga yang mendapat gaji pas akhir bulan itu.

Bagi yang mengartikan 'akhir bulan'secara makna denotatif...makna ini akan didalami secara serius terutama bagi para Koster (sebutan anak anak kost). Banyak sekali tingkah polah yang memang secara jelas jelas kalau mereka ini sedang mengalami sindrom akhir bulan, tapi jangan salah juga strategi mereka dalam menyiasati akhir bulan ,dimana banyak harga harga terutama harga harga pemuasan perut semakin naik naik gunung tinggi sekali, patut dicontoh..(kayaknya bapak bapak DPR itu juga perlu mencontoh mereka biar gak bisa mengajukan kenaikan gaji seenaknya, mana pake legalisasi perundang undangan lagi..huh..secara mereka gaji sudah berjuta juta..sedangkan kami kami ini...duh...serasa dinistakan deh jumlah rupiahnya)

Anyway anyhow...akhir bulan kami masih dapat dilalui dengan cerah ceria, penuh warna walaupun pengencangan ikat pinggang pun sudah dimulai dengan tanda tanda yang dapat dilihat secara fisik. Fei misalnya, sudah bersiap mendamaikan keinginan perutnya yang dapat dikata sekelas dengan sari bundo ke atas dengan semanguk indomie yang berisi dua porsi..(apakah terjadi pertimbangan nilai gizi yang akan disantap...weks...sudahlah yang penting bisa molor dan kerja dengan perut kenyang). Wika, ni anak...kalau dia si mau akhir bulan atau awal bulan fisiknya tidak terpengaruh secara signifikan, lah wong badannya yang selidi itu bisa menampung jenis makanan apapun,yang penting bisa tercerna dengan selamat kan. Deviana dan Fanny,nyaris sama aja...mengirit duit makan seirit iritnya dengan porsi gaban, namun bisa dilihat juga dari jumlah dan karakter makanan yang dipesan anak dua itu. Misalnya ni kalau lagi kaya mendadak, makannya bisa pakai daging, sayur lengkap deh pakai perkedel, dan tambahan tambahan lainnya, sedangkan ketika akhir bulan tiba...jumlah jenis makanannya berkurang hingga 2 jenis saja dalam porsi irit. 3000 perak aja bisa syukur banget tuh...Noni....hampir seanalogi lah..dengan tambahan mie instant..pokoknya mie instant menjadi primadona luar biasa pada saat krisis akhir bulan.

Nah point selanjutnya akan amat menarik untuk disimak karena berhubungan dengan perhitungan dan peminjaman serta pengembalian. hahahaha...anda benar...it is all related to money...dimana terkadang terjadi transaksi peminjaman uang dalam volume yang tidak terbatas dan perputaran uangnya pun kadang tidak memenuhi kaidah teori kecepatan uang (money velocity)namun hal ini tidak kurang akan membuat kami kami apalagi auditor profesional dan IMF pun angkat kaki dari permasalahan keuangan kami kami ini.Dibalik semua itu, cerita ini pun berakhir dengan tawa renyah dari para koster dan terkadang memaafkan kesalahan perhitungan dan penagihan yang tidak tertagih (collapsed account receivable) eh eh tapi tidak hanya uang saja yang menjadi topik sentral, tapi perputaran barang barang terutama yang bersifat pemuasan perut juga menjadi asset yang sering berputar diantara para koster...indomie dan telur ayam menjadi dua komoditi yang sering berpindah tangan saat akhir bulan tiba dengan catatan bahwa dua komoditi ini akan dicatatkan pemasarannya lewat stock market futures dan dilihat pergerakannya tiap detiknya..(halah penting gak ya...)

Kembali ke masalah peruangan. Disini terjadi konfrensi antar pihak pihak yang berkepentingan dalam masalah finansial...namanya juga duit mesti terbuka ya omongannya walau kadang kadang pahit untuk didengar..

Situasi: Jalan Burung Gereja Kamar Noni jam 9 malam..
Noni : masa masa miskin udah dateng deh, gilingan deh gua cuma bertahan dengan recehan recehan yang tersisa di celengan babi..
Fanny : (sambil menekan tombol remote) memang gak dikirim ama bokap?

Deviana datang, dengan muka kisruh..maklum mana ada si muka orang bangun tidur cantik ala sinetron..
Deviana: jadi makan malam dimana kita?
(buset ni anak...tidak mempertimbangkan iler iler yang mungkin menetes selagi tidur)
(kucluk kucluk...datanglah wika dengan tampang lemas)

Wika : (langsung ngejegrok...(ada gak ya di kamus besar bhs indonesia)..doi langsung ngejegrok di kasur noni..tempat kami mengadakan pertemuan )fanny bantuin dong nerjemahin sejarah byzantium
Fanny : iya..taro aja ok...lagi lapar..gak konsen
Deviana: makanya makan dimana dong..?jangan sari bundo...
Noni : gua si tadi makan roti kopyor....
Fanny : lapar...nasi goreng aja deh...
wika : lagi...?

Entah kenapa pembicaraan pun berbelok menjadi topik keuangan...
Wika : fan, gua masi ngutang duit les ya 50 rebu...?
Fanny : iya wik..gpp kok kan bisa akhir bulan..eh tapi kan gua masi nyimpen 5000 perak kembalian nasi goreng..

(sedikit deskripsi...5000 perak yang diutang ama wika ini berasal dari jumlah 10000 perak yang sebetulnya dipinjamkan ke noni, namun noni membayarkannya ke wika..(dalam istilah perbankan ini dinamakan professional guarantee)..dan somehow duit itu baru terungkap dua minggu lalu berkat keterangan dari noni..lalu hari sebelumnya saya makan nasi goreng dari uang yang 10000 perak tadi yang berasal dari wika, nah selebihnya bayangkan sendiri jalur perputaran uangnya)

Deviana: nah...gua juga ngutang ama elo juga fan 30000 perak
(dimana saya sendiri juga lupa kalau ni anak pernah ngutang ama saya)
Fanny : waduh...kaya mendadak ni...
Deviana: wah...wika duit gue di elo masi berapa lagi ya..?
Wika : ntar ya diliat di primbon...males naik ke atasnya

(primbon yang dimaksud adalah secarik kertas putih berisikan catatan utang piutang yang sangat besar kemungkinannya ditolak oleh auditor profesional jika mereka melihatnya)

Noni : Fan, gua bayar uang lesnya ntar abis bulan aja ya...
Fanny : it is okay lagi lagian kan kita baru ketemu beberapa kali (kali ini sedang meluk boneka teddy bear, jauh sekali dari kegiatan naturalnya yaitu memamah biak)
Setelah mencet mencet remote tv
Fanny : pake aja duit gua 20000 perak ini, biar ntar lu bisa makan
Noni : gua ngga mau ngutang fan..
Deviana: (nyela) lalu gimana bertahan idup ntar minggu depan?
Noni : dari celengan babi yang ada koin 500 perak
wika : gak akan cukup kali...(sambil membaca sejarah Byzantium)fanny jangan lupa terjemahin ya...bab 2 gua tergantung elo..
Fanny : idih orang lagi laper juga...

Sesaat kemudian...
Fanny : udah deh pake aja duit gua 20000 perak ini
Lagian gue kan masi ngutang oriflame juga 38.000 perak
(nah...kan utang mengutang ini kan makin lama makin berjenjang)
Wika : gua boleh ngutang masker juga gak (sambil menyambar katalog oriflame dari atas lemari)
Noni : gua aja pake duit oriflame dari duit pesenan bendera di kampus...jadi ntar gua itung dulu ..
(hitungan kalkulator pun terdengar berdenting denting...ini hiperbolik ni namanya)
Noni : Bisa wika....
Wika : (sumringah) hore...pake masker baru
Deviana: (dengan tiduran )jadi mau makan di mana? (ni anak...bangun tidur ku terus makan malam)
Fanny : jadi konklusi utang piutangnya gimana dunk?
Deviana: gilingan ya, perputaran utang piutangnya hebat banget (sambil nonton tivi)
Wika : belum termasuk hitungan kalau gua minjem telur ayam atau indomie
Fanny : sindrom akhir bulan banget ya...interesting to discuss (sambil tiduran seksi)
Deviana: makan....mari kita mengirit makan...mesti kenyang..soalnya gua mesti bergadang lagi untuk skripsi..

jadilah konfrensi di atas tempat tidur tadi menghasilkan keputusan keputusan penting mengenai teori perputaran uang ala The Burgers, konklusi jumlah uang masing masing yang menjadi piutang masing masing, lengkap dengan skema pembayarannya, dan konfrensi ini ditutup dengan kedatangan Toar (pacarnya noni ) dan Noel yang dua dua nya super jangkung untuk membeli makanan (akhirnya...)

With greatest love
The Burgers

Klorofil

Mungkin tidak ada yang akan sadar kenapa tiba tiba terlintas satu kata yang memang sedari dulu kala tampak amat sangat ilmiah. Klorofil...zat hijau daun yang memang sering berguna bagi tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesa. Di tangan kami ini istilah yang terdengar hm asing kembali bagi kami kami yang sudah berkuliah dan bekerja ini menjadi sesuatu yang duh..gak tega deh untuk didengar

tapi boleh lah untuk sedikit hiburan..

Jalan Burung gereja...
Situasi : Fei dan Wika sedang menyiapkan makan siang. Neneng sedang mempersiapkan lap untuk mengepel dapur.
Fanny : ' siang siang, duh cape banget jo! (dengan ransel besar, sedikit berpeluh, berkata dengan nada ngos ngosan)
Wika : ' dari mana fan? buset bawaannya (sambil berjalan ke arah dapur, mengambil piring)
Fanny : ' Jakarta, biasa..ada training dari lsm gua, eh fei..duh lunch dengan indomie lagi? (sambil melihat fei yang sedang duduk di kursi sebelah pintu, dengan melahap indomienya)
Fei : ' tau sendiri kan , nasib akhir bulanan anak kos, ya begini...(mulut penuh indomie, menjawab dengan lugas, mata mendelik ke arah fanny)
Fanny : ' jangan kebanyakan tiap hari....ntar ususnya ngebelit lagi...' (tertawa, menaruh tas ransel gabannya di kursi sebelah fei)

Neneng datang dengan baju baju anak anak kos..
Neneng : 'bang Pei (dia men'spel' huruf F dengan huruf P) awas antena tivi nya jatuh lagi..kemarin neneng benerin nyaris jatuh lagi...
Fei : ' ntar ya, lagi makan tanggung ni...(dengan muka agak bete)
Fanny : ' gua ganti baju dulu ya...(membuka kamar kos deviana, untuk menaruh tas besarnya)..Wika dimana elo? (sambil teriak)
Wika : ' (sambil teriak dari lantai 2) gua mau ambil roti tawar dulu ya...bikin roti bakar..
Fanny : ' sip...(melangkah ke kamar deviana)'

Beberapa saat kemudian...

Fanny : ' teh neneng, minta nasi ya...gua baru beli sayur sama tempe tahu telur dari sari bundo'
Neneng : ' masi makan cuma 4 sendok lagi...? ( sambil berjalan ke arah dapur)
Fei :' (nyela) 4 sendok ukuran gaban..'
Fanny : ' gak sopan...(sambil nyambit koran ke arah fei, dan mulai mengunyah makan siang)

Deviana datang bersama Jacob, dibonceng motornya, lalu tampak mereka sedang bercakap cakap di depan pintu, kemudian Jacob meninggalkan tempat.

Deviana: 'eh orang gila lagi makan...kemana aja lu? (merebahkan diri di kursi tempat fanny makan sambil melempar tas ke arah kursi) gila bo, nara sumber gua kurang 3 lagi...gimana bisa ya nyusun tesis?
Fanny : 'emang udah bab berapa si? (sambil tetap mengunyah dan melihat piringnya)
Deviana: ' mau bab 4 sih...(sedikit teriak..)eh ada kaastengels sapa yang bawa ya? (sambil membuka toples dan mulai bekerja tangannya)
Fanny: ' tau tuh, wika kali ( sok cuek, tapi tangan gerayangan juga ke dalam toples)
Deviana: 'gilingan lu...masa iya kaastengles dicampur ama nasi..? (bingung, tapi sambil memperhatikan)
Fanny : ' enak si..mau coba? (masi sok cuek)
Fei : ' dasar pemamah biak..' (berjalan ke arah dapur, seraya menyalakan keran air..mencuci piring)
Fanny : ' Bawel..(masi tetap mengunyah)

Beberapa saat kemudian, wika turun sambil membawa roti tawar, mentega dan piring..

Wika : ' sisain gua ya kaastengelsnya..fan fan! (sambil menyalakan tombol kompor gas dan teriak)
Fanny : ' duh, gak tenang deh gua makan....eh...
Wika : ' gilingan ya...makan nasi ama kaastengles (nada menyela)
Fanny : ' gua nonton tivi ya...(berjalan ke arah kamar noni)

Deviana: ' fan tolongin gua dong cariin nara sumber wartawan tionghoa ..pls' (memohon , sambil mainin remote tv)
Fanny: ' iya tenang lah...gua masi memamah biak.bentar ya ke dapur dulu..( sambil keluar menenteng piring)

Beberapa saat kemudian, fanny mengambil beberapa sendok nasi lagi, duduk di kursi depan Fei
Fei : 'gila lu..nambah lagi? (dengan rona wajah heran, dan sedikit berteriak)
Deviana: (keluar dari kamar noni) gilingan lu...kelaperan atau lagi maruk?
Wika : ' kagak ada bedanya lah laper ama maruk..kalau buat fanny mah'

(pintu kamar terbuka, keluar neneng)
Neneng: ' alah alah..nambah lagi?buset...katanya mau diet
Deviana: ' gaban tuh perut (sambil nusuk nusuk perut fanny)
Fanny: ' makanya, ntar udahnya minum ini...(sambil mengambil botol dari tas kecilnya, lalu berjalan ke dapur mengambil mug dan air setengah mug)

Wika : 'paan tuh? (sambil memperhatikan setengah curiga)
Fanny : 'klorofil' (sambil mengaduk ngaduk cairan hijau kental yang sudah dituangkan ke dalam mug)
wika ; 'zat ijo daun'? (dengan muka bingung)
Fanny : ' iya..dari tante gua di jakarta..dia bilang kalau gua kurang serat minum aja ini...kan boker juga lancar..sekaligus kurus
Deviana: ' gilingan...masalahnya elo si minum gituan ya bagus..ngemilnya juga sama edannya (sambil mukul pundak fanny, ketawa keras keras)
Fanny: ' kali ini kan ada klorofil..sehat..ngurusin (sambil berdiri, memamerkan botol berisi cairan aneh itu)
Wika: ' gua coba ya...gimana si tuh rasa? ( seraya mengambil mugnya fanny)
Fanny : ' lu tuh ya udah badan kayak lidi gitu..mestinya makan lemak..bukan ginian..
(terlambat...wika udah minum cairan itu)
Wika: ' kayak jus daun ya..agak pait pait gitu..rasa daun lah' (dengan muka mengernyit)
Deviana dan fanny ( berbarengan) : ' NAMANYA JUGA KLOROFIL...WIKA WIKA'

sesaat kemudian fanny dan deviana masuk kamar Noni...untuk nonton tivi..kemudian Noni tiba
Noni : eh fan, dah dateng lu...kapan ngeles lagi? (taruh tas, buka jaket,langsung rebahan di tempat tidur)
Fanny : besok pagi aja ya....(minum klorofil)
Noni : minum paan tuh?
Fanny : klorofil...
Noni : jangan bilang untuk ngurusin ya...percuma (sambil ngambil mug)
Deviana: klorofil klorofil, ngemil mah tetep aja jalan..(sambil meluk boneka teddy bear besar yang ada di ranjang noni)
Fanny : Bawel...

Sesaat kemudian fanny keluar untuk mengambil toples kaastengels..
Fanny : dengan cairan ini, jamin deh...gua susut sekilo sehari...
Deviana dan Noni : (Serentak, kompak) CAPE DEHHHHHHHHHH!!!!!