Akhir Bulan di BURGER
Akhir bulan..2 kata ini memberikan makna harfiah yang cukup mendalam terutama bagi yang sudah bekerja (terutama melihat penipisan jumlah yang tertera di rekening tabungan maupun di dompet)ataupun bagi mereka yang merasa berhura hura karena ada juga yang mendapat gaji pas akhir bulan itu.
Bagi yang mengartikan 'akhir bulan'secara makna denotatif...makna ini akan didalami secara serius terutama bagi para Koster (sebutan anak anak kost). Banyak sekali tingkah polah yang memang secara jelas jelas kalau mereka ini sedang mengalami sindrom akhir bulan, tapi jangan salah juga strategi mereka dalam menyiasati akhir bulan ,dimana banyak harga harga terutama harga harga pemuasan perut semakin naik naik gunung tinggi sekali, patut dicontoh..(kayaknya bapak bapak DPR itu juga perlu mencontoh mereka biar gak bisa mengajukan kenaikan gaji seenaknya, mana pake legalisasi perundang undangan lagi..huh..secara mereka gaji sudah berjuta juta..sedangkan kami kami ini...duh...serasa dinistakan deh jumlah rupiahnya)
Anyway anyhow...akhir bulan kami masih dapat dilalui dengan cerah ceria, penuh warna walaupun pengencangan ikat pinggang pun sudah dimulai dengan tanda tanda yang dapat dilihat secara fisik. Fei misalnya, sudah bersiap mendamaikan keinginan perutnya yang dapat dikata sekelas dengan sari bundo ke atas dengan semanguk indomie yang berisi dua porsi..(apakah terjadi pertimbangan nilai gizi yang akan disantap...weks...sudahlah yang penting bisa molor dan kerja dengan perut kenyang). Wika, ni anak...kalau dia si mau akhir bulan atau awal bulan fisiknya tidak terpengaruh secara signifikan, lah wong badannya yang selidi itu bisa menampung jenis makanan apapun,yang penting bisa tercerna dengan selamat kan. Deviana dan Fanny,nyaris sama aja...mengirit duit makan seirit iritnya dengan porsi gaban, namun bisa dilihat juga dari jumlah dan karakter makanan yang dipesan anak dua itu. Misalnya ni kalau lagi kaya mendadak, makannya bisa pakai daging, sayur lengkap deh pakai perkedel, dan tambahan tambahan lainnya, sedangkan ketika akhir bulan tiba...jumlah jenis makanannya berkurang hingga 2 jenis saja dalam porsi irit. 3000 perak aja bisa syukur banget tuh...Noni....hampir seanalogi lah..dengan tambahan mie instant..pokoknya mie instant menjadi primadona luar biasa pada saat krisis akhir bulan.
Nah point selanjutnya akan amat menarik untuk disimak karena berhubungan dengan perhitungan dan peminjaman serta pengembalian. hahahaha...anda benar...it is all related to money...dimana terkadang terjadi transaksi peminjaman uang dalam volume yang tidak terbatas dan perputaran uangnya pun kadang tidak memenuhi kaidah teori kecepatan uang (money velocity)namun hal ini tidak kurang akan membuat kami kami apalagi auditor profesional dan IMF pun angkat kaki dari permasalahan keuangan kami kami ini.Dibalik semua itu, cerita ini pun berakhir dengan tawa renyah dari para koster dan terkadang memaafkan kesalahan perhitungan dan penagihan yang tidak tertagih (collapsed account receivable) eh eh tapi tidak hanya uang saja yang menjadi topik sentral, tapi perputaran barang barang terutama yang bersifat pemuasan perut juga menjadi asset yang sering berputar diantara para koster...indomie dan telur ayam menjadi dua komoditi yang sering berpindah tangan saat akhir bulan tiba dengan catatan bahwa dua komoditi ini akan dicatatkan pemasarannya lewat stock market futures dan dilihat pergerakannya tiap detiknya..(halah penting gak ya...)
Kembali ke masalah peruangan. Disini terjadi konfrensi antar pihak pihak yang berkepentingan dalam masalah finansial...namanya juga duit mesti terbuka ya omongannya walau kadang kadang pahit untuk didengar..
Situasi: Jalan Burung Gereja Kamar Noni jam 9 malam..
Noni : masa masa miskin udah dateng deh, gilingan deh gua cuma bertahan dengan recehan recehan yang tersisa di celengan babi..
Fanny : (sambil menekan tombol remote) memang gak dikirim ama bokap?
Deviana datang, dengan muka kisruh..maklum mana ada si muka orang bangun tidur cantik ala sinetron..
Deviana: jadi makan malam dimana kita?
(buset ni anak...tidak mempertimbangkan iler iler yang mungkin menetes selagi tidur)
(kucluk kucluk...datanglah wika dengan tampang lemas)
Wika : (langsung ngejegrok...(ada gak ya di kamus besar bhs indonesia)..doi langsung ngejegrok di kasur noni..tempat kami mengadakan pertemuan )fanny bantuin dong nerjemahin sejarah byzantium
Fanny : iya..taro aja ok...lagi lapar..gak konsen
Deviana: makanya makan dimana dong..?jangan sari bundo...
Noni : gua si tadi makan roti kopyor....
Fanny : lapar...nasi goreng aja deh...
wika : lagi...?
Entah kenapa pembicaraan pun berbelok menjadi topik keuangan...
Wika : fan, gua masi ngutang duit les ya 50 rebu...?
Fanny : iya wik..gpp kok kan bisa akhir bulan..eh tapi kan gua masi nyimpen 5000 perak kembalian nasi goreng..
(sedikit deskripsi...5000 perak yang diutang ama wika ini berasal dari jumlah 10000 perak yang sebetulnya dipinjamkan ke noni, namun noni membayarkannya ke wika..(dalam istilah perbankan ini dinamakan professional guarantee)..dan somehow duit itu baru terungkap dua minggu lalu berkat keterangan dari noni..lalu hari sebelumnya saya makan nasi goreng dari uang yang 10000 perak tadi yang berasal dari wika, nah selebihnya bayangkan sendiri jalur perputaran uangnya)
Deviana: nah...gua juga ngutang ama elo juga fan 30000 perak
(dimana saya sendiri juga lupa kalau ni anak pernah ngutang ama saya)
Fanny : waduh...kaya mendadak ni...
Deviana: wah...wika duit gue di elo masi berapa lagi ya..?
Wika : ntar ya diliat di primbon...males naik ke atasnya
(primbon yang dimaksud adalah secarik kertas putih berisikan catatan utang piutang yang sangat besar kemungkinannya ditolak oleh auditor profesional jika mereka melihatnya)
Noni : Fan, gua bayar uang lesnya ntar abis bulan aja ya...
Fanny : it is okay lagi lagian kan kita baru ketemu beberapa kali (kali ini sedang meluk boneka teddy bear, jauh sekali dari kegiatan naturalnya yaitu memamah biak)
Setelah mencet mencet remote tv
Fanny : pake aja duit gua 20000 perak ini, biar ntar lu bisa makan
Noni : gua ngga mau ngutang fan..
Deviana: (nyela) lalu gimana bertahan idup ntar minggu depan?
Noni : dari celengan babi yang ada koin 500 perak
wika : gak akan cukup kali...(sambil membaca sejarah Byzantium)fanny jangan lupa terjemahin ya...bab 2 gua tergantung elo..
Fanny : idih orang lagi laper juga...
Sesaat kemudian...
Fanny : udah deh pake aja duit gua 20000 perak ini
Lagian gue kan masi ngutang oriflame juga 38.000 perak
(nah...kan utang mengutang ini kan makin lama makin berjenjang)
Wika : gua boleh ngutang masker juga gak (sambil menyambar katalog oriflame dari atas lemari)
Noni : gua aja pake duit oriflame dari duit pesenan bendera di kampus...jadi ntar gua itung dulu ..
(hitungan kalkulator pun terdengar berdenting denting...ini hiperbolik ni namanya)
Noni : Bisa wika....
Wika : (sumringah) hore...pake masker baru
Deviana: (dengan tiduran )jadi mau makan di mana? (ni anak...bangun tidur ku terus makan malam)
Fanny : jadi konklusi utang piutangnya gimana dunk?
Deviana: gilingan ya, perputaran utang piutangnya hebat banget (sambil nonton tivi)
Wika : belum termasuk hitungan kalau gua minjem telur ayam atau indomie
Fanny : sindrom akhir bulan banget ya...interesting to discuss (sambil tiduran seksi)
Deviana: makan....mari kita mengirit makan...mesti kenyang..soalnya gua mesti bergadang lagi untuk skripsi..
jadilah konfrensi di atas tempat tidur tadi menghasilkan keputusan keputusan penting mengenai teori perputaran uang ala The Burgers, konklusi jumlah uang masing masing yang menjadi piutang masing masing, lengkap dengan skema pembayarannya, dan konfrensi ini ditutup dengan kedatangan Toar (pacarnya noni ) dan Noel yang dua dua nya super jangkung untuk membeli makanan (akhirnya...)
With greatest love
The Burgers
Bagi yang mengartikan 'akhir bulan'secara makna denotatif...makna ini akan didalami secara serius terutama bagi para Koster (sebutan anak anak kost). Banyak sekali tingkah polah yang memang secara jelas jelas kalau mereka ini sedang mengalami sindrom akhir bulan, tapi jangan salah juga strategi mereka dalam menyiasati akhir bulan ,dimana banyak harga harga terutama harga harga pemuasan perut semakin naik naik gunung tinggi sekali, patut dicontoh..(kayaknya bapak bapak DPR itu juga perlu mencontoh mereka biar gak bisa mengajukan kenaikan gaji seenaknya, mana pake legalisasi perundang undangan lagi..huh..secara mereka gaji sudah berjuta juta..sedangkan kami kami ini...duh...serasa dinistakan deh jumlah rupiahnya)
Anyway anyhow...akhir bulan kami masih dapat dilalui dengan cerah ceria, penuh warna walaupun pengencangan ikat pinggang pun sudah dimulai dengan tanda tanda yang dapat dilihat secara fisik. Fei misalnya, sudah bersiap mendamaikan keinginan perutnya yang dapat dikata sekelas dengan sari bundo ke atas dengan semanguk indomie yang berisi dua porsi..(apakah terjadi pertimbangan nilai gizi yang akan disantap...weks...sudahlah yang penting bisa molor dan kerja dengan perut kenyang). Wika, ni anak...kalau dia si mau akhir bulan atau awal bulan fisiknya tidak terpengaruh secara signifikan, lah wong badannya yang selidi itu bisa menampung jenis makanan apapun,yang penting bisa tercerna dengan selamat kan. Deviana dan Fanny,nyaris sama aja...mengirit duit makan seirit iritnya dengan porsi gaban, namun bisa dilihat juga dari jumlah dan karakter makanan yang dipesan anak dua itu. Misalnya ni kalau lagi kaya mendadak, makannya bisa pakai daging, sayur lengkap deh pakai perkedel, dan tambahan tambahan lainnya, sedangkan ketika akhir bulan tiba...jumlah jenis makanannya berkurang hingga 2 jenis saja dalam porsi irit. 3000 perak aja bisa syukur banget tuh...Noni....hampir seanalogi lah..dengan tambahan mie instant..pokoknya mie instant menjadi primadona luar biasa pada saat krisis akhir bulan.
Nah point selanjutnya akan amat menarik untuk disimak karena berhubungan dengan perhitungan dan peminjaman serta pengembalian. hahahaha...anda benar...it is all related to money...dimana terkadang terjadi transaksi peminjaman uang dalam volume yang tidak terbatas dan perputaran uangnya pun kadang tidak memenuhi kaidah teori kecepatan uang (money velocity)namun hal ini tidak kurang akan membuat kami kami apalagi auditor profesional dan IMF pun angkat kaki dari permasalahan keuangan kami kami ini.Dibalik semua itu, cerita ini pun berakhir dengan tawa renyah dari para koster dan terkadang memaafkan kesalahan perhitungan dan penagihan yang tidak tertagih (collapsed account receivable) eh eh tapi tidak hanya uang saja yang menjadi topik sentral, tapi perputaran barang barang terutama yang bersifat pemuasan perut juga menjadi asset yang sering berputar diantara para koster...indomie dan telur ayam menjadi dua komoditi yang sering berpindah tangan saat akhir bulan tiba dengan catatan bahwa dua komoditi ini akan dicatatkan pemasarannya lewat stock market futures dan dilihat pergerakannya tiap detiknya..(halah penting gak ya...)
Kembali ke masalah peruangan. Disini terjadi konfrensi antar pihak pihak yang berkepentingan dalam masalah finansial...namanya juga duit mesti terbuka ya omongannya walau kadang kadang pahit untuk didengar..
Situasi: Jalan Burung Gereja Kamar Noni jam 9 malam..
Noni : masa masa miskin udah dateng deh, gilingan deh gua cuma bertahan dengan recehan recehan yang tersisa di celengan babi..
Fanny : (sambil menekan tombol remote) memang gak dikirim ama bokap?
Deviana datang, dengan muka kisruh..maklum mana ada si muka orang bangun tidur cantik ala sinetron..
Deviana: jadi makan malam dimana kita?
(buset ni anak...tidak mempertimbangkan iler iler yang mungkin menetes selagi tidur)
(kucluk kucluk...datanglah wika dengan tampang lemas)
Wika : (langsung ngejegrok...(ada gak ya di kamus besar bhs indonesia)..doi langsung ngejegrok di kasur noni..tempat kami mengadakan pertemuan )fanny bantuin dong nerjemahin sejarah byzantium
Fanny : iya..taro aja ok...lagi lapar..gak konsen
Deviana: makanya makan dimana dong..?jangan sari bundo...
Noni : gua si tadi makan roti kopyor....
Fanny : lapar...nasi goreng aja deh...
wika : lagi...?
Entah kenapa pembicaraan pun berbelok menjadi topik keuangan...
Wika : fan, gua masi ngutang duit les ya 50 rebu...?
Fanny : iya wik..gpp kok kan bisa akhir bulan..eh tapi kan gua masi nyimpen 5000 perak kembalian nasi goreng..
(sedikit deskripsi...5000 perak yang diutang ama wika ini berasal dari jumlah 10000 perak yang sebetulnya dipinjamkan ke noni, namun noni membayarkannya ke wika..(dalam istilah perbankan ini dinamakan professional guarantee)..dan somehow duit itu baru terungkap dua minggu lalu berkat keterangan dari noni..lalu hari sebelumnya saya makan nasi goreng dari uang yang 10000 perak tadi yang berasal dari wika, nah selebihnya bayangkan sendiri jalur perputaran uangnya)
Deviana: nah...gua juga ngutang ama elo juga fan 30000 perak
(dimana saya sendiri juga lupa kalau ni anak pernah ngutang ama saya)
Fanny : waduh...kaya mendadak ni...
Deviana: wah...wika duit gue di elo masi berapa lagi ya..?
Wika : ntar ya diliat di primbon...males naik ke atasnya
(primbon yang dimaksud adalah secarik kertas putih berisikan catatan utang piutang yang sangat besar kemungkinannya ditolak oleh auditor profesional jika mereka melihatnya)
Noni : Fan, gua bayar uang lesnya ntar abis bulan aja ya...
Fanny : it is okay lagi lagian kan kita baru ketemu beberapa kali (kali ini sedang meluk boneka teddy bear, jauh sekali dari kegiatan naturalnya yaitu memamah biak)
Setelah mencet mencet remote tv
Fanny : pake aja duit gua 20000 perak ini, biar ntar lu bisa makan
Noni : gua ngga mau ngutang fan..
Deviana: (nyela) lalu gimana bertahan idup ntar minggu depan?
Noni : dari celengan babi yang ada koin 500 perak
wika : gak akan cukup kali...(sambil membaca sejarah Byzantium)fanny jangan lupa terjemahin ya...bab 2 gua tergantung elo..
Fanny : idih orang lagi laper juga...
Sesaat kemudian...
Fanny : udah deh pake aja duit gua 20000 perak ini
Lagian gue kan masi ngutang oriflame juga 38.000 perak
(nah...kan utang mengutang ini kan makin lama makin berjenjang)
Wika : gua boleh ngutang masker juga gak (sambil menyambar katalog oriflame dari atas lemari)
Noni : gua aja pake duit oriflame dari duit pesenan bendera di kampus...jadi ntar gua itung dulu ..
(hitungan kalkulator pun terdengar berdenting denting...ini hiperbolik ni namanya)
Noni : Bisa wika....
Wika : (sumringah) hore...pake masker baru
Deviana: (dengan tiduran )jadi mau makan di mana? (ni anak...bangun tidur ku terus makan malam)
Fanny : jadi konklusi utang piutangnya gimana dunk?
Deviana: gilingan ya, perputaran utang piutangnya hebat banget (sambil nonton tivi)
Wika : belum termasuk hitungan kalau gua minjem telur ayam atau indomie
Fanny : sindrom akhir bulan banget ya...interesting to discuss (sambil tiduran seksi)
Deviana: makan....mari kita mengirit makan...mesti kenyang..soalnya gua mesti bergadang lagi untuk skripsi..
jadilah konfrensi di atas tempat tidur tadi menghasilkan keputusan keputusan penting mengenai teori perputaran uang ala The Burgers, konklusi jumlah uang masing masing yang menjadi piutang masing masing, lengkap dengan skema pembayarannya, dan konfrensi ini ditutup dengan kedatangan Toar (pacarnya noni ) dan Noel yang dua dua nya super jangkung untuk membeli makanan (akhirnya...)
With greatest love
The Burgers

0 Comments:
Post a Comment
<< Home